Dingin malam menjelang subuh
Selalu mengingatkanku kepadamu
Bibirmu yang selalu terasa lembut
Dan basah
Seperti embun pagi hari
Lenganmu yang biasa memelukku
Hangat seperti fajar pagi
Aih…malam ini tiba-tiba aku ingin kau.
Lalu demi rindu yang tak tersentuh,
Aku menghirup bayanganmu yang
Berkelebatan di udara,
Lalu kusimpan baik-baik paru-paru,
Jantung, lalu di alir darah.
Kau membanjiriku dengan mimpi-mimpi.
Dan…
Malam ini aku ingin membuat seratus puisi lagi. 